Tampilkan postingan dengan label cara membuat presentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara membuat presentasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2013

Contoh Presentasi dan Alasan Membuatnya

Contoh Slide Presentasi Yang Baik dan Alasan Penggunaannya

Seperti apa contoh slide presentasi yang baik ? Disini dijelaskan  hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat slide sehingga memberi hasil optimal untuk membantu kesuksesan sebuah presentasi. Sebagaimana dijelaskan M.Noer berikut ini

Kamis, 27 Desember 2012

Contoh Presentasi : Memperhatikan Penampilan Saat Presentasi

Saat melakukan presentasi, banyak hal yang harus diperhatikan agar presentasi yang hendak Anda lakukan menjadi sangat memuaskan. Memuaskan bagi Anda yang menyampaikan juga memuaska bagi para audiens yang hadir saat Anda melakukan presentasi.

Nah pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai pentingnya menjaga penampilan saat mempresentasikan sesuatu.

1. Menjaga Ekspresi Wajah dan Gerakan Tubuh
 
Berhati-hati dalam menjaga gerakan tubuh saat berpresentasi. Terkadang memang saat melakukan presentasi hal kecil semacam itu menjadi hal yang susah untuk diperhatikan. Mungkin karena grogi yang bisa menyebabkan salah tingkah sehingga hal semacam itu menjadi terlupakan. Hal ini bisa diatasi dengan melatih diri sebelum Anda presentasi dan berusa menenangkan diri saat berbicara. Dengan itu maka Anda terlihat sangat enjoy mentransfer informasi dari Anda.


2. Memperhatikan Pakaian dan Style Penampilan
 
Style dan gaya penampilan Anda ketika melakukan presentasi harus sangat diperhatikan. Pasalnya, penampilan kitalah yang pertama kali dilihat oleh audiens. Selain memperhatikan cara kita membuka presentasi kita, tapi pasti yang menjadi perhatian kedua yakni penampilan kita di muka umum. Posisikan diri Anda sebagai tontonan, maka dari itu berpenampilan yang menarik dan situasional. Artinya mampu menyingkronkan penampilan Anda dengan topik pembicaraan pada presentasi Anda serta lingkungan yang ada. Semakin Anda pandai memposisikan diri Anda, maka orang akan tertarik pada penampilan Anda dan dampaknya apa yang Anda presentasikan dapat dinikmati dengan nyaman oleh audiens.


3. Manfaatkan Kontak Mata dengan Baik
 
Selain menjaga ekspresi wajah dan gerakan tubuh, Anda juga harus memperhatikan cara Anda memandang audiens Anda. Kontak mata menjadi kunci dari presentasi Anda berjalan komunikatif atau tidak. Karena dengan kontak mata, Anda seolah dapat mengajak komunikasi langsung dengan orang yang Anda pandang pada waktu itu. Tapi perlu diingat bahwa sebagai presenter, audiens yang Anda hadapi tidaklah satu atau 2 orang, maka jangan Anda terfokus pada salah satu sudut pandang tertentu, melainkan semua audiens yang hadir tidak ada yang luput dari pandangan Anda. Dengan begitu mereka juga merasa Anda sedang berkomunikasi dengannya.

Rabu, 31 Oktober 2012

Tips Penggunaan Alat Bantu Audio Visual

Tips Penggunaan Alat Bantu Audio Visual
"Tips Penggunaan Alat Bantu Audio Visual"

“Sebuah gambar berbicara seribu kata,” pepatah menyatakan. Presentasi visual dapat membantu suatu bagian penting dalam berbicara, bila digunakan dengan benar, merupakan kunci utama penggeraknya dan mengembangkan motivasi pembicara.

Jenis Audio dan Visual Pembantu

Alat bantu audio dan visual dapat sesederhana atau serumit keinginan pembicara. Bantuan sederhana termasuk tabel, grafik, dan poin-poin penting yang digambar di atas kertas grafik, handout untuk para penonton, klip musik atau video, atau alat peraga yang digunakan oleh presenter di atas panggung.
Audio visual bantu lainnya termasuk Microsoft PowerPoint presentasi, file Windows Movie Maker, slideshow, video dan musik atau berbicara, dan video pelatihan. Pedoman dasar akan membantu presenter menggunakan alat bantu yang paling efektif.

Dampak Psikologis Warna dalam Presentasi


Latar Belakang terang dengan warna gelap memiliki efek paling berdampak, dan memberikan ketajaman visual yang lebih baik. Hal ini terutama penting ketika membuat presentasi di auditorium besar. Hitam, biru, merah, dan hijau adalah warna yang paling menarik secara visual. Mereka juga memberikan dampak psikologis.

· Hitam
menyiratkan bahwa presenter serius, berpengetahuan, dan profesional. Ini adalah pilihan tanpa embel-embel untuk presentasi sederhana.

· Biru memberikan kesan kepercayaan dan menjadi diakses. Ketika kepercayaan adalah penting, biru adalah pilihan terbaik.

· Merah adalah warna kekuasaan. Ini menyimpulkan presenter bertanggung jawab dan juga dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk memacu pendengar dan pemirsa untuk bertindak.

· Hijau adalah warna pilihan ketika berhadapan dengan bumi-ramah topik. Hal ini juga warna kenyamanan, kehidupan, dan uang. Presentasi tentang penjualan meningkat sering termasuk nuansa hijau.

Warna lainnya harus digunakan sebagai aksen dan aksesori untuk menghidupkan presentasi.

Penuhi Layar dengan Visual

Saat mempersiapkan presentasi visual, pastikan layar akan cukup besar untuk ruang atau auditorium di mana pidato akan diselenggarakan. Zoom dan memperbesar foto dan clip art ke ukuran layar penuh memberikan dampak besar. Ini juga merupakan cara untuk fokus pada fitur tertentu pembicara ingin menekankan, seperti ekspresi wajah atau angka penjualan.

Menggunakan Sound di Presentasi

Hal ini dapat mengganggu penonton untuk memiliki suara konyol atau kisi-kisi sebagai transisi slideshow. Hal ini dapat mengganggu untuk memiliki berbagai jenis suara untuk setiap kali transisi slide. Menjaga suara pada saat transisi ke minimum membuat penonton lebih fokus pada poin yang dibuat dalam pidato.
Klip audio harus tetap pendek, memanfaatkan bagian untuk mendorong pesan utama yang akan disampaikan. Selama klip audio, para penonton member perhatian atau terlibat dalam percakapan pada saat itu . Pidato publik jauh lebih menarik ketika alat bantu visual dan audio yang disertakan didalamnya.


http://teknologi.kompasiana.com/

Selasa, 30 Oktober 2012

Presentasi Elegan Tidak Perlu Pintar

Presentasi Elegan Tidak Perlu Pintar

Presentasi Elegan. Idaman bagi semua orang bila mampu melakukan presentasi dengan sukses baik itu untuk keperluan pekerjaan, studi, atau lainnya. Banyak teori yang harus kita kuasai dan pahami dengan baik agar bisa mempraktekkan hal tersebut dengan baik. Terkadang beberapa orang apalagi yang jarang tampil di hadapan umum akan menjadi kendala yang sangat sulit untuk mendapatkan predikat presentasi yang baik. Rasa gugup yang berlebihan cenderung akan menyelimuti perasaan sesaat sebelum presentasi. Saking gugupnya, semua yang akan disampaikan menjadi tidak teratur sehingga pesan yang akan disampaikan tidak tersampaikan kepada sasaran.

Menurut pengalaman, presentasi dengan kesiapan materi tanpa kesiapan mental tidak akan berhasil dan sukses 100%. Saya pernah mendengar beberapa pendapat para orang tua dulu bahwa orang yang pintar pasti akan selalu sukses dalam presentasi. Sejujurnya saya tidak setuju dengan pendapat tersebut karena untuk bisa sukses saat presentasi tidak harus pintar tetapi kita dituntut untuk cerdas. Jika kita cerdas, maka presentasi bisa kita kendalikan dengan baik. Cerdas dalam artian bahwa kita dituntut untuk bisa mengontrol diri kita sebaik-baik mungkin dan menguasai media dan prasarana saat presentasi. Tidak hanya itu, masih banyak indikator yang perlu kita pelajari dan kuasai. Jujur sampai saat ini saya juga belum mampu menjadi seorang presenter yang sukses 100%. Namun, melalui tulisan ini, saya akan berbagi tips yang pernah saya dapatkan untuk meningkatkan kualitas presentasi kita. Berikut ini adalah hal-hal yang patut kita cermati agar tampak elegan saat presentasi.


Pertama, Tujuan
 
Langkah awal adalah menentukan tujuan kita presentasi. Tujuan presentasi sangat beraneka ragam. Contoh, untuk keperluan promosi, seminat, pekerjaan, perkuliahan, tugas, himbauan, dan lain-lain. Dengan menentukan tujuan terlebih dahulu, kita cenderung akan lebih terarah kemana jalan yang harus kita tempuh selanjutnya untuk mendapat hasil yang baik.

Kedua, Topik/Materi
 
Pahami topik atau materi yang akan kita sampaikan. Pendalaman materi sangat dibutuhkan agar kita bisa menarik perhatian para audien saat melakukan presentasi. Terkadang audiens akan merasa jenuh atau meremehkan presentator yang kurang memahami materi.

Ketiga, Media

kecanggihan teknologi akan memanjakan kita saat melakukan presentasi. Simple dan efektif. Perhatikan media yang bisa kita gunakan demi menunjuang kualitas presentasi kita. Biasanya sebagian besar orang menggunakan aplikasi power point untuk melakukan presentasi. Banyak hal juga yang perlu dicermati saat presentasi menggunakan bantuan powerpoint. Pemilihan font, animasi, dan warna template akan sangat mempengaruhi informasi yang kita sampaikan. Sebisa mungkin menggunakan desain yang soft berhubungan dengan topik dan point yang seperlunya saja ditampilkan.

Keempat, Situasi dan Kondisi

Perhatikan situasi dan kondisi saat presentasi. Ini berkaitan dengan poin ketiga. Mungkin bila kita akan presentasi di hadapan anak TK, menggunakan power point akan terasa membosankan bagi mereka. Alat bantuan yang pas mungkin bisa berupa alat peraga, video, atau yang lainnya. Jadi, media yang akan digunakan didasarkan pada situasi dan kondisi pada saat presentasi.

Kelima, Sasaran

Jangan lupa untuk memperhatikan kepada siapa kita akan melakukan presentasi. Hal ini juga berkaitan dengan poin ketiga dan keempat. Bila sasaran sudah kita ketahui, kemungkinan untuk pemilihan cara interaksi akan bisa kita tentukan.

Keenam, Jasmani dan rohani

Kesehatan jasmani perlu kita jaga agar saat presentasi bisa fit dan tidak terganggu oleh keadaan yang sedikit sakit. Flu sedikit saja terkadang sangat mengganggu proses presentasi. Mental adalah indikator yang sangat penting perlu kita siapkan dengan matang. Tingkatkan kepercayaan diri dengan mantap agar saat tampil tidak grogi atau gugup. Saat akan tampil sebisa mungkin selalu dalam keadaan yang sopan dan rapi sehingga akan menimbulkan Hello Effect kepada audiens. Jangan lupa berdoa, ya…:)



Ketujuh, Latihan

Latihan berbicara bisa kita lakukan untuk membiasakan diri kita dalam merangkai kata saat berbicara. Latihan bisa dilakukan di depan cermin atau dengan teman terdekat. Mungkin teman terdekat kita bisa memberi kita masukan atau saran setelah kita latihan. Latihan yang dilakukan tidak sekadar menyampaikan materi begitu saja. Cara interaksi juga harus dipelajari, intonasi, suara, eye contact, dan lain-lain.
Saya rasa itulah ketujuh tips atau poin yang perlu kita pelajari untuk tampil elegan saat presentasi. Sekali lagi, Presentasi elegan tidak perlu pintar. Jika kita cerdas mengeksplorasi kemampuan yang kita miliki dan latihan dengan baik, maka niscaya predikat presentasi yang baik akan kita dapatkan. Tunggu apa lagi? Ayo, buktikan kita bisa presentasi dengan baik. :)

Mungkin bila Anda mempunyai beberapa tips lagi selain ketujuh tips tersebut, jangan lupa share, ya…^^ Mari tampilkan presentasi yang elegan.
Tanpa bermaksud menggurui, semoga bermanfaat.

Sumber : Arick’s Zone

Cara mengatasi ketakutan saat presentasi

Cara mengatasi ketakutan saat presentasi

Ketika Anda mengalami Demam Panggung walau berhadapan dengan orang yang sudah sering Anda temui bahkan dengan rekan kerja satu departemen, hal ini cukup mengganggu penampilan dan kesiapan Presentasi.  Bukan hal yang aneh bahwa Presentasi Formal tetap membutuhkan Kesiapan dan Persiapan, Materi dan Mental.  Ketika Anda kehilangan Konsentrasi maka banyak peluang bagus dan kesempatan emas hilang sekejap.  Kejadian gagalnya Presentasi Akhir seorang Trainee berujung hilangnya peluang Naik Pangkat dan Jabatan serta Kompensasi Tunjangan lainnya.  Berikut beberapa ulasan yang dapat Anda jadikan latihan dalam mengatasi kegugupan presentasi berdasarkan perilaku orang.  

1. Tipe Penghindar.  

Anda yang akan berusaha menghindari kemungkinan melakukan Presentasi.  Inilah kebanyakan tipe orang yang ada.  Sekalipun sudah mendapatkan informasi bahwa dirinya akan melakukan Presentasi, tetap saja Anda mengalami kegelisahan dan perasaan takut yang agak berlebihan.  Solusi yang dapat dilakukan bagi Tipe Penghindar seperti ini adalah:
  1. Perluas Pergaulan dan Komunikasi kepada banyak Tipe Orang agar membangun  pengalaman yang beraneka ragam dan penting.
  2. Bersikap terbuka dan jujur kepada orang lain maupun kelompok kerja tim atau departemen lain.
  3. Lakukan latihan berbicara dalam Kelompok Kecil diluar dunia kerja, seperti Klub Kebugaran, Tempat Ibadah atau Lingkungan Rumah
  4. Biasakan menerima Masukan dan Pendapat orang lain yang berpengalaman lebih dan berhubungan dengan Anda.
  5. Sering membaca Buku-buku Motivasi dan Cerita Inspirasi serta Kisah-kisah Sukses untuk membentuk Percaya Diri lebih tinggi.
  6. Jika memungkinkan, dengan sedikit menyisihkan Waktu dan Materi, hadirilah Seminar-seminar Motivasi dan Pengembangan Diri.
2. Tipe Pengkhawatir

Anda yang sangat berlebihan dengan kekhawatirannya sehingga cenderung terlalu repot dengan hal-hal sepele yang tidak penting.  Anda sangat takut dengan penampilan buruk dihadapan orang-orang sehingga menghabiskan banyak waktu hanya untuk Persiapan yang kurang mendukung.  Ketakutan ini berimbas pada Komunikasi yang Monoton serta Materi yang tidak tersampaikan dengan Jelas daripada Esensi dan Substansi Presentasi itu sendiri.  Untuk tipe demikian Anda perlu perlakuan sebagai berikut:

  1. Belajar Toleransi dengan Kesalahan Kecil yang Timbul, seperti salah ejaan, salah kata dan lainnya.
  2. Persiapan Materi Presentasi dilakukan dengan lebih Santai sembari mendengarkan musik ringan
  3. Terbuka dan mengajak orang lain berdiskusi mengenai Materi Presentasi
  4. Pelajari Teknik Presentasi yang menekankan Aspek Komunikasi dan Teknik Penyampaian Materi.
3. Tipe Panik

Anda yang mulai muncul rasa gugup dan waswas sesaat sebelum berbicara atau menyampaikan presentasi.  Kepanikan ini dapat terlihat dari mimik wajah yang seketika berubah pada saat nama Anda dipanggil untuk maju ke forum.  Jantung yang berdegup kencang berpotensi membuyarkan persiapan presentasi yang sudah cukup baik.  Ketegangan terjadi menjelang detik-detik penyajian presentasi.  Dalam hal ini yang perlu dilakukan untuk mengatasinya adalah:

  1. Atur Tarikan Nafas dengan ritme yang teratur sebelum tampil.  Lakukan beberapa kali untuk menurunkan kecepatan detak jantung Anda.  Hembuskan nafas Anda selama mungkin yang bisa dilakukan.
  2. Jagalah Konsentrasi Anda sehingga penyampaian Materi bagi Audiens dapat berlangsung Lancar dan Baik.
  3. Sebelum memaparkan materi, ada baiknya melakukan gerakan ringan seperti lompatan kecil dan peregangan sendi dan otot tangan atau kaki serta leher.
4. Tipe Pemalas 

Anda tidak mempersiapkan Materi dengan baik sehingga ketika ditengah-tengah presentasi dapat kehilangan arah dalam penyampaian pesan.  Anda berharap dapat melakukan improvisasi secara spontan sehingga tidak melakukan persiapan dengan matang.  Sikap menganggap remeh tugas ini sangat fatal dalam karir Anda kelak.  Kemungkinan ini dapat terjadi bagi Anda yang menempati sebuah posisi dan tugas yang sama dalam waktu cukup lama.  Sehingga Anda menganggap semuanya sudah ada dikepala karena pengalaman tersebut.  Untuk itu sebelum terlambat maka perbaikilah dengan cara:

  1. Rajin Pangkal Pandai, dengan mempelajari Materi dan melakukan Persiapan.
  2. Fokus pada Tujuan Presentasi, sehingga Anda memiliki arahan dalam membuat presentasi.
  3. Sediakan waktu khusus dalam persiapan Materi.
  4. Berkonsultasi dengan Ahlinya tentang persiapan Anda.
Bagi anda yang mengalami situasi diatas, cara instan yang bisa anda lakukan, adalah berkonsultasi dengan ahlinya.  Jangan menghitung besarnya biaya, tapi pikirkan jika anda tampil yang pertama gagal, maka akan sangat sulit anda menyakinkan orang lain. 
Langsung hub: 0858 8087 8417

Keahlian dan Pengalaman Anda dalam Presentasi tetap harus diikuti dengan adanya Persiapan Materi dan Kesiapan Mental.  Tidak menjamin Anda akan menyajikan Presentasi yang Hebat tanpa adanya Persiapan khusus, karena bagaimanapun sifat manusia sangat terbatas sehingga perlu Alat Bantu dalam pelaksanaannya.

Jumat, 21 Oktober 2011

Tips Sukses Presentasi Dengan Strategi Matang

1. Tujuan. Sebelum mempersiapkan baan, Anda harus mengerti dulu tujuan Anda presentasi. Tentunya Anda tidak mau kan, presentasi yang seharusnya bertujuan meyakinkan rekan kerja atau atasan malah terlihat seperti presentsi ilmiah dosen di kampus. Presentasi dapat dibagi menjadi 4 kategoti berdasarkan tujuannya: 1) Persuassive. Meyakinkan, manarik minat dean beusaha mendapatkan kepercayaan peserta. Contohnya adalah presentasi yang dilakukan sales atau agen asuransi agar produkya dibeli dan laku. Tips : Disini Anda harus tampil meyakinkan dan Anda harus bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan audien; 2) Explanation. Presentasi ini bertujuan memberikan gambaran, meningkatkan pemahaman, serta menjelaskan hal-hal tertentu. Contohnya, presentasi dosen kepada mahasiswanya. Tips : perhatikan poin-poinyang akan disampaikan; 3) Instructional. Penekan presentasi ini adalah pada bagaimana melakukan sesuatu. Jenis presentasi ini biasanya memerlukan keterlibatan audien lebih banyak. Tips : Jika memungkinkan, materi harus dibuat sesimpel mungkin agar mudah dimengerti; 4) Report. Memberikan informasi atau data tertentu. Tips : Presentasinya bersifat spesifik, menyajikan fakta-fakta dan langsung pada pokok masalah.

2. Karakter Audien. Presentasi ke rekan satu divisi tentu tidak bisa disamakan dengan presentasi kepada klien. Peserta presentasi alias audien yang berbeda menuntut gaya presentasi yang berbeda pula. Karena itu, wajib hukumnya untu mencari tahu seperti apa karakter calon audien tersebut. Tips : telitilah apa saja yang menjadi minat dan keyakinan mereka. Jika peserta presentasi terdiri atas orang-orang kreatif di bidang periklanan misalnya, tentunya mereka tidak tertarik pada presentasi yang bersifat serius. Sebaliknya, jika peserta presentasi terdiri atas para profesional yang memiliki jabatan tinggi, presentasi formal tentu lebih cocok.

3. Menguasai Materi. Sesibuk apapun sebelum presentasi Anda lakukan, sempatkan diri untuk mempelajari dan membaca materi yang ingin dipresentasikan. Tips : Buatlah daftar konsep mengenai apa saja yang akan disampaikan, lalu kembangkan poin-poin percakapan yang mendukung konsep tersebut. Beri penekanan pada isi yang Anda anggap penting. Misalnya dengan mengatakan, “Temuan paling penting dalam penelitian ini adalah A,B,C” diikuti dengan penjelasan bagian yang dimaksud. Cara lain adalah dengan berualang kali memperlihatkan data yang penting, agar audien memberikan perhatian lebih sehingga presentasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik.

4. Anti Mengantuk. Banyak presentasi yang sebenarnya memiliki materi menarik, tetapi sayang, cara penyampaiannya membuat audien malas mengikuti. Misalnya, penyampaian presentasi yang seperti membaca teks dan tidak ada eye-contact. Selain membosankan presentasi seperti ini membuat audien ‘mengantuk’. Agar presentasi lebih efektif, menarik dan dapat menarik perhatian audie, gunakan Tips : 1) The Sooner, The Better. Audien ingin selalu terlibat, tidak hanya duduk diam dan mendengarkan. dia awal presentasi, setidaknya Anda punya waktu 30-90 detik nutnuk menarik perhatian audien. Misalnya, dengan bertanya ke satu-per-satu audien, melempar lelucon-lelucon segar yang tidak basi; 2) Berbaur. Hindari berbicara sambil bersembunyi di balik podium atau berdiri terlalu lam di satu tempat. Jika pesertanya lebih dari 20 orang, sesekali berjalanlah dan berbaur di antara mereka sambil berbicara. Tindakan ini akan membuat mereka memperhatikan Anda. Saat berjalan, jangan terburu-buru; 3) Latihan Vokal. Presentasi perlu latihan. Coba variasikan nada, volume, maupun kecepatan berbicara Anda. Sampaikan presentasi dengan suara lantang, namun tetap terkontrol, artiulasi bersih, serta terdengar jelas dan alami. Dengan intonasi berbicara yang enak, audien juga tidak akan keberatan ‘meminjamkan’ telinganya untuk mendengarkan Anda.

tipsanda.com/

Contoh Bahan Presentasi

Promo

PhotobucketPhotobucket Photobucket

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons