Tampilkan postingan dengan label cara presentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara presentasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Presentasi Contoh Presentasi : Inspiratif Anies Baswedan – Indonesia Mengajar

Presentasi Contoh Presentasi : Inspiratif Anies Baswedan – Indonesia 


MengajarBerikut adalah presentasi inspiratif oleh Anies Baswedan di TEDx Jakarta. Presentasi ini bercerita sebuah program luar biasa “Indonesia Mengajar” yang mengajak anak muda terbaik Indonesia mengajar di daerah-daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan guru. Para anak muda ini bersedia tinggal di daerah yang jauh, terpencil, dan tak jarang tanpa listrik maupun sinyal telepon.
Dalam presentasi ini, Anda akan belajar bagaimana cara memberi inspirasi kepada audiens dengan pendekatan bercerita, menggunakan kalimat-kalimat kuat yang mampu menggugah emosi, imajinasi, dan empati dari audiens, serta menggunakan slide-slide berupa foto-foto langsung dari sebuah kejadian yang seringkali lebih kuat dan bisa bercerita banyak hal daripada slide berbentuk tulisan.

Senin, 31 Desember 2012

"Contoh presentasi" lembar slide powerpoint 4


Sebuah slide yang baik akan mampu menjelaskan ide dan gagasan yang ingin disampaikan seorang presenter. Dengan demikian, audiens akan terbantu ketika melihat slide yang ditampilkan dan presenter pun lebih mudah menjelaskan apa makna yang dikandung oleh slide tersebut.
Lantas, apakah ciri khas dari slide yang mampu menggambarkan pesan dengan lebih baik?

Temukan dan serahkan pada ahlinya, percayakan pada KREASI PRESENTASI



KREASIpresentasi menyediakan kemudahan bagi Anda dalam merancang slide presentasi. Keunggulan kami pada desain yang eksklusif, dipadukan dengan kekuatan multimedia dan fitur-fitur pendukung lainnya. Semua itu untuk memanjakan dan memudahkan Anda dalam meningkatkan profesional dalam bidang yang anda geluti. KREASIpresentasi menyediakan powerpoint presentation slide bermutu tinggi untuk anda yang bergerak dibidang entrepreneur, instruktur pelatihan, karyawan, mahasiswa, ataupun praktisi bisnis lainnya.

Selasa, 30 Oktober 2012

Presentasi Elegan Tidak Perlu Pintar

Presentasi Elegan Tidak Perlu Pintar

Presentasi Elegan. Idaman bagi semua orang bila mampu melakukan presentasi dengan sukses baik itu untuk keperluan pekerjaan, studi, atau lainnya. Banyak teori yang harus kita kuasai dan pahami dengan baik agar bisa mempraktekkan hal tersebut dengan baik. Terkadang beberapa orang apalagi yang jarang tampil di hadapan umum akan menjadi kendala yang sangat sulit untuk mendapatkan predikat presentasi yang baik. Rasa gugup yang berlebihan cenderung akan menyelimuti perasaan sesaat sebelum presentasi. Saking gugupnya, semua yang akan disampaikan menjadi tidak teratur sehingga pesan yang akan disampaikan tidak tersampaikan kepada sasaran.

Menurut pengalaman, presentasi dengan kesiapan materi tanpa kesiapan mental tidak akan berhasil dan sukses 100%. Saya pernah mendengar beberapa pendapat para orang tua dulu bahwa orang yang pintar pasti akan selalu sukses dalam presentasi. Sejujurnya saya tidak setuju dengan pendapat tersebut karena untuk bisa sukses saat presentasi tidak harus pintar tetapi kita dituntut untuk cerdas. Jika kita cerdas, maka presentasi bisa kita kendalikan dengan baik. Cerdas dalam artian bahwa kita dituntut untuk bisa mengontrol diri kita sebaik-baik mungkin dan menguasai media dan prasarana saat presentasi. Tidak hanya itu, masih banyak indikator yang perlu kita pelajari dan kuasai. Jujur sampai saat ini saya juga belum mampu menjadi seorang presenter yang sukses 100%. Namun, melalui tulisan ini, saya akan berbagi tips yang pernah saya dapatkan untuk meningkatkan kualitas presentasi kita. Berikut ini adalah hal-hal yang patut kita cermati agar tampak elegan saat presentasi.


Pertama, Tujuan
 
Langkah awal adalah menentukan tujuan kita presentasi. Tujuan presentasi sangat beraneka ragam. Contoh, untuk keperluan promosi, seminat, pekerjaan, perkuliahan, tugas, himbauan, dan lain-lain. Dengan menentukan tujuan terlebih dahulu, kita cenderung akan lebih terarah kemana jalan yang harus kita tempuh selanjutnya untuk mendapat hasil yang baik.

Kedua, Topik/Materi
 
Pahami topik atau materi yang akan kita sampaikan. Pendalaman materi sangat dibutuhkan agar kita bisa menarik perhatian para audien saat melakukan presentasi. Terkadang audiens akan merasa jenuh atau meremehkan presentator yang kurang memahami materi.

Ketiga, Media

kecanggihan teknologi akan memanjakan kita saat melakukan presentasi. Simple dan efektif. Perhatikan media yang bisa kita gunakan demi menunjuang kualitas presentasi kita. Biasanya sebagian besar orang menggunakan aplikasi power point untuk melakukan presentasi. Banyak hal juga yang perlu dicermati saat presentasi menggunakan bantuan powerpoint. Pemilihan font, animasi, dan warna template akan sangat mempengaruhi informasi yang kita sampaikan. Sebisa mungkin menggunakan desain yang soft berhubungan dengan topik dan point yang seperlunya saja ditampilkan.

Keempat, Situasi dan Kondisi

Perhatikan situasi dan kondisi saat presentasi. Ini berkaitan dengan poin ketiga. Mungkin bila kita akan presentasi di hadapan anak TK, menggunakan power point akan terasa membosankan bagi mereka. Alat bantuan yang pas mungkin bisa berupa alat peraga, video, atau yang lainnya. Jadi, media yang akan digunakan didasarkan pada situasi dan kondisi pada saat presentasi.

Kelima, Sasaran

Jangan lupa untuk memperhatikan kepada siapa kita akan melakukan presentasi. Hal ini juga berkaitan dengan poin ketiga dan keempat. Bila sasaran sudah kita ketahui, kemungkinan untuk pemilihan cara interaksi akan bisa kita tentukan.

Keenam, Jasmani dan rohani

Kesehatan jasmani perlu kita jaga agar saat presentasi bisa fit dan tidak terganggu oleh keadaan yang sedikit sakit. Flu sedikit saja terkadang sangat mengganggu proses presentasi. Mental adalah indikator yang sangat penting perlu kita siapkan dengan matang. Tingkatkan kepercayaan diri dengan mantap agar saat tampil tidak grogi atau gugup. Saat akan tampil sebisa mungkin selalu dalam keadaan yang sopan dan rapi sehingga akan menimbulkan Hello Effect kepada audiens. Jangan lupa berdoa, ya…:)



Ketujuh, Latihan

Latihan berbicara bisa kita lakukan untuk membiasakan diri kita dalam merangkai kata saat berbicara. Latihan bisa dilakukan di depan cermin atau dengan teman terdekat. Mungkin teman terdekat kita bisa memberi kita masukan atau saran setelah kita latihan. Latihan yang dilakukan tidak sekadar menyampaikan materi begitu saja. Cara interaksi juga harus dipelajari, intonasi, suara, eye contact, dan lain-lain.
Saya rasa itulah ketujuh tips atau poin yang perlu kita pelajari untuk tampil elegan saat presentasi. Sekali lagi, Presentasi elegan tidak perlu pintar. Jika kita cerdas mengeksplorasi kemampuan yang kita miliki dan latihan dengan baik, maka niscaya predikat presentasi yang baik akan kita dapatkan. Tunggu apa lagi? Ayo, buktikan kita bisa presentasi dengan baik. :)

Mungkin bila Anda mempunyai beberapa tips lagi selain ketujuh tips tersebut, jangan lupa share, ya…^^ Mari tampilkan presentasi yang elegan.
Tanpa bermaksud menggurui, semoga bermanfaat.

Sumber : Arick’s Zone

Kamis, 27 September 2012

5 Kesalahan dalam Presentasi


YouSuckAtPowerpoint6


YouSuckAtPowerpoint5


YouSuckAtPowerpoint4


YouSuckAtPowerpoint3


YouSuckAtPowerpoint2


YouSuckAtPowerpoint1

Apakah Anda payah untuk urusan membuat slide PowerPoint?
Siapakah sebenarnya yang salah?
Software PowerPoint maupun software pembuat presentasi lainnya tidaklah payah. Yang payah adalah pembuat presentasi itu sendiri.
Slide berikut dari Jesse Desjardins menjelaskan 5 kesalahan dalam membuat desain slide PowerPoint.
Silakan simak slide berikut ini lalu baca ulasan lebih detail di bawah.


1. Terlalu Banyak Informasi

Kesalahan yang banyak terjadi adalah presenter berusaha memasukkan terlalu banyak informasi ke dalam sebuah slide maupun keseluruhan presentasi. Ini menyebabkan audiens sulit memahami maksud slide Anda.
Ingat, kemampuan audiens untuk menangkap pesan Anda terbatas. Apalagi waktu yang disediakan dalam sebuah presentasi biasanya tidak banyak. Karena itu, pilih dan rangkum dengan kalimat sederhana setiap slide presentasi Anda.
Semakin banyak kata-kata yang Anda tampilkan, maka audiens akan membaca slide tersebut dan mereka akan mengabaikan Anda sebagai presenter. Audiens tidak bisa membaca sambil mendengarkan Anda dan sebaliknya. Mereka harus memilih antara membaca dan memahami slide tersebut atau mendengarkan Anda.
Jadi, pilih kata yang ringkas, relevan, dan tepat sasaran. Pastikan setiap slide hanya memiliki satu pokok pikiran sehingga bisa mempengaruhi audiens Anda secara efektif.

2. Tidak Memiliki Visual Yang Cukup

Slide presentasi adalah alat bantu visual. Karena itu, manfaatkan untuk menampilkan visual yang menggugah. Tampilkan gambar, diagram, atau video yang akan memberi inspirasi kepada audiens Anda.
Jangan membuat slide yang hanya berisi bullet point demi bullet point.
Anda banyak pilihan untuk mendapatkan gambar baik yang gratis maupun berbayar. Anda bisa mencari di Flickr atau Compfight untuk gambar-gambar berlisensi Creative Commons. Atau Anda juga bisa mencoba gambar berbayar yang berkualitas dari situs Istockphoto.
Dalam memilih gambar, pastikan relevan dan mendukung isi pesan yang hendak Anda sampaikan. Fungsi gambar bukan untuk dekorasi, melainkan memperkuat pesan yang Anda sampaikan. Sebuah gambar yang baik dan tepat dapat menggugah emosi audiens Anda. Jika Anda melakukannya dengan baik, maka Anda memanfaatkan fungsi slide sebagai alat komunikasi visual.

3. Kualitas Yang Buruk

Kadangkala Anda sudah memilih gambar, diagram ataupun menambahkan video ke dalam slide. Namun sayang kualitasnya menyedihkan.
Carilah gambar yang berkualitas. Di situs sharing gambar seperti Flickr Anda bisa mendapatkan gambar resolusi tinggi cukup mudah. Asalkan Anda mau berusaha untuk menemukannya.
Atur gambar sedemikian rupa sehingga harmonis dalam slide Anda. Pastikan gambar tidak terdistorsi. Potong bagian yang tidak penting dari gambar Anda. Dengan demikian, Anda akan memiliki gambar yang fokus dan pesan yang kuat.
Ketika membuat presentasi, ada banyak pilihan font yang bisa Anda gunakan disamping font standar. Dengan sedikit browsing atau berkunjung ke situs seperti Dafont Anda bisa mendapatkan font yang indah dan menarik. Jangan lupa, pastikan font yang Anda pilih sesuai dengan tema presentasi itu sendiri, bukan sebaliknya.

4. Presentasi Tidak Teratur

Sebuah slide presentasi yang baik memegang teguh prinsip-prinsip desain.
Ciptakan kontras pada slide Anda. Rapikan letak masing-masing elemen sehingga rapi dan terhubung satu sama lain. Buat pengulangan pada elemen-elemen tertentu untuk menjadikannya satu kesatuan. Dekatkan elemen yang berhubungan dan beri jarak elemen yang berbeda.
Pastikan Anda menggunakan warna secara konsisten. Akan lebih baik lagi jika sejak awal Anda sudah menetapkan palet warna berisi 3-5 warna yang secara konsisten akan dipakai dalam presentasi Anda. Dengan demikian, presentasi Anda akan menjadi indah dan berkualitas.

5. Kurang Persiapan

Dan inilah kesalahan yang paling banyak dilakukan. Anda membuat presentasi dengan tergesa-gesa tanpa persiapan yang baik. Akibatnya dapat ditebak, presentasi Anda memiliki kualitas yang menyedihkan.
Padahal menurut sebuah survei, 86% eksekutif di perusahaan mengatakan bahwa komunikasi yang kuat dan jelas berdampak langsung terhadap karir dan pendapatan mereka.
Namun, hanya 25% diantara eksekutif tersebut yang menghabiskan waktu lebih dari 2 jam untuk presentasi-presentasi penting mereka.
YouSuckAtPowerpoint7
Add caption

Ingat, kualitas presentasi Anda berbanding lurus dengan persiapan. Jika Anda merasa presentasi yang akan dibawakan penting, sediakan waktu yang cukup dan lakukan persiapan yang layak.
YouSuckAtPowerpoint8
Add caption

Itulah lima kesalahan yang sering dilakukan orang dalam membuat desain slide presentasi.
Hindari lima kesalahan tersebut dan jadilah presenter yang inspiratif.

Cara Presentasi Yang Baik



Sahabat untuk dapat menyajikan sebuah presentasi yang baik, bahkan layaknya presentasi kelas dunia, kita harus memahami beberapa hal. Setidaknya ada 5 hal yang menjadi acuan agar presentasi kita mampu membangun suasana dan perubahan pada audiens. Hal ini menjadi penting diperhatikan, karena ketika kita mengabaikan rambu-rambu ini, dapat dipastikan presentasi anda menjadi tidak menarik, membosankan, monoton, lebih jauh gatot (gagal total). Jangan sampai anda ditinggalkan audiens dengan alasan izin keluar.......kalau sudah seperti  ini alamat dah......Nah sahabat dari pada anda mengalami hal seperti ini saya bagi jurus menghindari serangan jurus langkah seribu dari audiens. Tapi paling gampang sih.....serahkan saja pada "kreasipresentasi" agar anda tidak kehabisan waktu berfikir dan kehilangan muka dihadapan pimpinan.....ok ini dia jurusnya


1.       Buatlah scenario alur PRESENTASI anda


Ibarat sebuah FILM anda adalah AKTOR utama dan SLIDE adalah SENJATA dan KEKUATAN anda untuk mengHIPNOTIS penonton, maka alur ceritanya harus diatur secakep mungkin. Alur dimulai dari APERSEPSI yaitu landasan atau pembanding untuk menerima ide kita, selanjutna PAPARKAN IDE kita dan akhinya AKHIRI PRESENTASI dengan sesuatu diluar dugaan.


2.       Gunakan judul slide pertama yang MENGUNDANG SELERA


Hampir semua kita kalau mau BELI BUKU yang pertama dilihat adalah JUDUL dan SAMPULNYA, oleh karenanya bagaimana buat slide pertama anda begitu MENGUNDANG SELERA, buat mereka NGILER dibuatnya atau bahkan HISTERIA yang menjakjubkan. Ini modal AWAL untuk MEREBUT HATI mereka, selanjutnya TERSERAH ANDA


3.       Percantik dengan GAMBAR HIDUP dan ANIMASI sesuai kebutuhan


Satu gambar mewakili SEJUTA KATA, itulah kata pepatah yang menggambarkan DAHSYATNYA gambar dalam sebuah presentasi apalagi jika ada POLESAN ANIMASINYA


4.       Bumbu MUSIC INSTRUMENT untuk membangun suasana


Saat NONTON FILM HOROR hampir semua penonton KETAKUTAN, saat NONTON FILM HARU hampir semua penonton MENETESKAN AIR MATA, saat NONTON FILM ACTION hampir semua penontonya TEGANG ….COBA BAYANGKAN JIKA SEMUA FILM ITU TANPA IRINGAN MUSIK, BISA NDAK SEMUA PENONTON TERADUK-ADUK EMOSINYA…. Jadi siapkan MUSIC pengiring yang MENYEMANGATI, MENEGANGKAN dan MENGHARUKAN


5.       Perkuat penyampaian dengan FILM yang sesuai


Kita banyak belajar dari SEBUAH KEJADIAN dalam hidup kita, menyaksikan sepenggal kehidupan yang di filmkan bisa membuat kita banyak belajar. Bisa jadi penyampaian kita ada KEJADIAN NATANYA yang terekam dalam bentuk MEDIA FILM apapun betuknya FILM REKAYASA ataupun KEJADIAN NYATA DALAM BERITA
Jadi tidak ada alasan anda gagal mempresentasikan keinginan anda, semoga sukses ya...

Jumat, 21 Oktober 2011

Bagaimana memberikan presentasi yang menarik dan efektif ?

Presentasi merupakan satu bagian tak terpisahkan dari kegiatan kita sebagai peneliti. Dengan presentasi, kita berusaha mengkomunikasikan ide kita secara langsung kepada pendengar yang berarti juga pada komunitas ilmiah (thought collective).

Beberapa kali saya melihat di gakkai, banyak peneliti yang sebenarnya materinya sangat menarik, tapi cara mempresentasikan idenya membuat orang malas mengikuti. Ada yang presentasi sambil membaca teks, ada yang terlalu banyak memakai animasi power point yang tidak perlu (huruf loncat-loncat, bendera berkibar-kibar), ada juga yang presentasi seperti membaca hafalan tanpa sekalipun eye-contact dengan pendengar. Sebaliknya, ada juga presentasi yang disajikan amat menarik, efektif, mampu berkomunikasi dengan audience, kadang diselingi humor, sehingga mampu meraih perhatian pendengarnya.

Cara yang mudah untuk menilai presentasi kita adalah dari pertanyaan yang diajukan. Presentasi yang menarik, akan memancing banyaknya pertanyaan dan komentar dari pendengar, walau komentar yang bersifat kontra/serangan balik sekalipun. Sebaliknya, kalau tidak ada pertanyaan sama sekali dari pendengar, berarti presentasi kita gagal, penelitian kita tidak menarik, atau membosankan (pendengar mungkin ingin agar sesi kita cepat selesai untuk beralih ke pembicara berikutnya).

Saat masih kuliah dulu, saya kurang memikirkan pentingnya mempelajari teknik presentasi agar ide kita bisa terkomunikasikan kepada thought-collective. Minggu yll. professor di lab. saya (Prof. Hasegawa) menyampaikan rangkuman beliau ttg. tips-tips dalam presentasi penelitian. Rangkuman tsb. bersumber dari artikel di Bio Nikkei business bulan November 2001, dan dimodifikasi berdasarkan pengalaman beliau sebagai peneliti di bidang medical imaging.

7 tips agar anda sukses dalam presentasi

Point 1 : Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim), tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh pendengar.

Hal yang sangat penting dalam memberikan presentasi, adalah kemampuan persuasi dari materi yang disajikan. Hindarkanlah memakai trik atau cara inkonvensional yang kurang perlu, agar tidak mengurangi reliability dari materi yang disampaikan. Jika pendengar presentasi anda terdiri dari para ekspert, presentasi yang bersifat “menyerang”, “straight”, “smash” lebih efektif. Sebalikya, jika cara presentasi anda terlalu bertele-tele, berakibat menurunnya konsentrasi ekspert pendengar yang berusaha memahami penelitian anda. Untuk meningkatkan reliability, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan mutu dari materi yang dipresentasikan. Untuk itu, sebelum melakukan presentasi, diperlukan kerja keras untuk memilih, merangkai materi yang akan disajikan.

Salah satu cara yang sering ditempuh, adalah memberikan penekanan pada isi yang dianggap penting. Misalnya mengatakan “Temuan yang paling penting dalam penelitian ini adalah ….”, selanjutnya diikuti dengan penjelasan bagian yang dimaksud. Cara lain misalnya dengan beberapa kali memperlihatkan data yang penting, agar pendengar memberikan perhatian lebih terhadap data tsb. Dengan cara tersebut, ide anda dapat tersampaikan secara efektif pada pendengar.

Point 2 : Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar

Dalam presentasi, sangat penting bahwa ide yang disampaikan dapat difahami secara keseluruhan oleh pendengar. Untuk itu, saat menyiapkan slide, pada bagian awal jelaskan item-item apa saja yang akan dibahas. Selanjutnya jelaskan secara detail masing-masing item tersebut. Hal yang sama dilakukan juga saat menjelaskan tiap item/sub bahasan. Pertama-tama jelaskan secara singkat hal apa saja yang akan dibahas, baru diikuti dengan penjelasan detail masing masing sub bahasan.

Misalnya anda ingin menjelaskan karakteristik metode yang anda teliti. Pertama-tama jelaskan ada berapakah karakteristik dari metode tsb. Setelah itu, diikuti dengan menjelaskan masing-masing karakteristik tersebut secara berurutan dan terstruktur.

Jika anda menjelaskan hasil eksperimen, pertama-tama jelaskan bagian terpenting dari hasil tersebut dengan kalimat yang sederhana dan mudah ditangkap. Baru kemudian siapkan slide yang menjelaskan secara detail karakteristik hasil yang diperoleh.

Dengan membuat slide terstruktur seperti ini, saat anda menyampaikan presentasi, ide keseluruhan/outline dengan sendirinya akan dijelaskan pada awal dari slide presentasi. Misalnya “Pada metode ini ada tiga karakteristik yang penting. Ketiga hal tsb. masing-masing A, B dan C. Penjelasan selengkapnya dari ketiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. …… “.

Point 3 : Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan

Pada slide terakhir, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali bagian-bagian penting yang perlu “digarisbawahi”. Anda dapat mengawalinya dengan kalimat sbb. “Demikian telah kami jelaskan penelitian mengenai W. Sebelum menutup presentasi ini, kami ingin mengulang kembali beberapa hal dan temuan penting dalam penelitian ini”. Untuk menjelaskan per point, anda dapat memakai kalimat misalnya sbb. “Pada studi ini, ada tiga temuan penting, yaitu X, Y dan Z.” Diikuti dengan menjelaskan masing-masing X, Y dan Z. Pemakaian kata “tiga” pada kalimat di atas, yang menunjukkan “banyaknya point” akan sangat membantu pendengar untuk memahami dan mengingat hal-hal yang akan disampaikan.

Dalam penyampaian tsb., anda perlu memikirkan cara pengungkapan yang paling jitu, dan paling berkesan (chikara wo ireta hanashi-kata), akan tetapi tidak jangan sampai terkesan tergesa-gesa. Fikirkan dengan sebaik-baiknya point-point penting mana yang akan anda sampaikan.
- Misalnya tujuan presentasi tsb. adalah menjelaskan suatu metode, maka point
yang penting untuk diulang adalah segi : keunggulan dan originality.
- Misalnya anda ingin menyampaikan hasil yang menarik dari suatu eksperimen,
maka anda dapat mengulang angka-angka yang mendukung hasil akhir
eksperimen tsb. seperti misalnya recognition rate, error-rate.

Yang manapun yang akan anda sampaikan, anda harus membuat alur cerita yang logis, dengan menyampaikan data yang dapat meyakinkan pendengar. Data seperti ini janganlah ditampilkan secara tiba-tiba pada slide yang terakhir, melainkan harus disampaikan pada tengah alur presentasi.

Penyampaian pada slide terakhir harus bersifat hanya sebagai ulangan. Kalau pada slide terakhir tersebut anda justru menampilkan hasil eksperimen yang sama sekali baru dan belum pernah diperkenalkan pada slide sebelumnya, justru akan berakibat membingungkan pendengar dalam menangkap bagian penting presentasi anda.

Point 4 : Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.

Catatan : tulisan ini dibuat untuk Hasegawa Laboratory, yang salah satu penelitiannya adalah virtual reality (VR). Jadi yang dimaksud “demonstrasi” di sini adalah memperlihatkan cara kerja software yang telah dibuat tentang tema-tema VR, simulasi virtual endoscopy, dsb. Bisa juga demonstrasi dalam bentuk peragaan alat yang telah dibuat dsb.

Anda dianjurkan agar dalam presentasi (di tengah atau akhir) dapat menyajikan demonstrasi software atau menunjukkan cara kerja alat yang telah dibuat. Demonstrasi yang memakai animasi, moving picture, akan memberikan sentuhan tersendiri yang efektif bagi peningkatan kualitas presentasi. Hal ini akan membuat pendengar lebih yakin atas hasil eksperimen yang telah anda jelaskan.

Jika tujuan presentasi adalah untuk memberikan impresi pada metode, pada bagian demonstrasi, tunjukkan contoh hasil yang memberikan impact kuat atas hasil eksperimen. Jangan lupa, sebelumnya anda perlu jelaskan secara lisan kepada pendengar, bahwa anda akan memperlihatkan sebuah demonstrasi. Hal ini penting karena akan membuat perhatian pendengar terfokus pada demo yang akan anda perlihatkan.

Biasanya cukup 1 jenis demonstrasi saja yang diperlihatkan. Akan tetapi, untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan, sebaiknya disiapkan beberapa jenis demonstrasi yang memiliki karakteristik berlainan, sekitar 2 sampai 4. Dengan demikian anda memiliki kesempatan memilih jenis demonstrasi mana yang akan anda sampaikan dengan memperhatikan reaksi pendengar, dan juga ada cadangan sekiranya salah satu dari demonstrasi tersebut gagal. Jika anda masih punya cukup waktu, tentu saja anda dapat memperlihatkan semua demonstrasi yang telah disiapkan.

Agar anda tidak lupa timing untuk memperlihatkan demonstrasi tersebut, bisa juga disiapkan 1 slide dengan tulisan sederhana “video”, sekedar untuk mengingatkan anda bahwa saat tsb. waktunya untuk menampilkan video (atau demonstrasi software) kepada pendengar.

Point 5: Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Jika presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.

Biasanya waktu untuk presentasi dibatasi, sehingga untuk menyampaikan materi penelitian, anda perlu memperhatikan pembagian waktu untuk tiap slide. Terutama sekali presentasi di seminar, conference maupun interview pekerjaan, bila presentasi anda melewati batas waktu yang ditetapkan akan berakibat kurang baik pada penilaian.

Jadi, rancanglah pembagian waktu untuk tiap hal yang akan disampaikan. Jika presentasi ternyata berjalan terlambat dari semestinya, ringkaslah bagian-bagian yang dapat diringkas, sehingga presentasi dapat berakhir sesuai pada waktu yang direncanakan. Untuk hal ini, saat anda membuat persiapan presentasi, urutkan prioritas hal yang tertulis pada slide, sedemikian hingga bagian atas pada suatu slide berisi hal yagn paling penting, semakin ke bawah prioritasnya lebih rendah daripada yang di atas. Hal ini akan membantu anda saat harus melewati bagian-bagian yang tidak penting, yaitu yang berada di bagian bawah, agar presentasi selesai tepat waktu.

Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah anda harus memperhitungkan terlebih dahulu, waktu untuk memperlihatkan demonstrasi dan waktu untuk tanya jawab.

t = total waktu yang diberikan pada anda
- waktu untuk tanya jawab
- waktu untuk demonstrasi

Hasil pengurangan tsb. adalah t, yaitu sisa waktu yang anda pergunakan untuk menyiapkan slide presentasi. Dari slide presentasi tsb. anda bagi ke dalam beberapa blok, dan alokasikan waktu t tersebut ke dalam tiap blok. Jika anda tidak dapat memperkirakan jatah waktu tiap blok, maka cobalah untuk presentasi sambil mengukur waktu untuk tiap blok. Dengan demikian anda akan dapat memperkirakan, berapa waktu yang diperlukan untuk masing-masing blok, dan seterusnya aturlah sebagaimana dijelaskan di atas.

Selanjutnya, jika hal di atas terjadi dan anda harus men-skip slide, sampaikan pada audience, misalnya “Karena keterbatasan waktu, rencana presentasi ini
sedikit saya ubah….”. (少し予定を変更して…). Hal ini memberikan kesan yang jauh lebih baik daripada anda diam saja saat melewati topik-topik tertentu dalam pembicaraan.

Point 6: Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega

Jika seseorang belum terbiasa melakukan presentasi, dan tiba-tiba diharuskan memberikan presentasi pada seminar atau forum resmi, seringkali ybs. gagal dikarenakan kata-kata macet di tengah-tengah, atau penjelasan yang diberikan ternyata salah. Jika penampilan anda seperti ini, bagaimana pun bagusnya materi yang akan disajikan, kegagalan tsb. akan membuat pihak pendengar presentasi anda menjadi kurang percaya dan sulit untuk menerima argumen anda.

Untuk menghindari kegagalan ini, tidak ada jalan lain kecuali berlatih presentasi berulang kali. Ajaklah teman anda di lab. sebagai sparring partner. Mintalah agar dia bersedia menjadi pendengar, dan berlatihlah seolah-olah anda berada pada situasi formal yang sebenarnya. Sebaiknya teman yang dipilih adalah orang yang terbiasa melakukan presentasi. Dengan demikian, dia cukup berpengalaman untuk dapat melihat sisi-sisi lemah yang perlu dikoreksi, maupun memberikan masukan bagi presentasi anda.

Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai teman anda tidak dapat menemukan kelemahannya. Jika anda belum terbiasa melakukan presentasi, sekurang-kurangnya anda harus berlatih tiga kali. Perbaikilah slide anda jika ada kritikan terhadap urutan slide maupun kekuranglengkapan lay out presentasi. Usahakan agar anda dapat merekam latihan presentasi tsb., agar anda dapat meneliti kembali hal-hal mana yang perlu dikoreksi. Karena latihan seperti ini karena makan waktu beberapa hari, maka sebaiknya anda mulai berlatih sejak 3 minggu sebelum hari-H.

Salah satu manfaat berlatih presentasi di depan orang ini adalah meningkatkan rasa keberanian dan percaya diri anda. Tidak ada obat untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri selain membiasakan diri berbicara dan berpendapat di depan umum.

Point 7 : Cek lah projector sebelum melakukan presentasi

Tidak ada artinya jerih payah anda menyiapkan slide atau demo software, jika anda tidak dapat mempresentasikannya pada hari H. Jangan sampai presentasi anda gagal hanya gara-gara alat tidak dapat bekerja dengan baik. Untuk menghindari kegagalan semacam ini, sebelum presentasi, periksalah apakah alat-alat tersebut dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.

Jika untuk presentasi tersebut, anda harus meminjam projector, periksalah spesifikasi dan cara instalasinya. Selanjutnya, datanglah lebih awal daripada jadwal presentasi, dan periksalah sekali lagi apakah alat tersebut bekerja dengan benar. Ini untuk mengantisipasi, bila terdapat kerusakan, anda masih memiliki waktu untuk memperbaiki atau mencari alternatif solusi yang lain.

Saat anda men-set tampilan proyektor, sebaiknya jangan memakai slide-slide yang akan dipresentasikan. Disarankan untuk menyiapkan beberapa slide yang berfungsi sebagai “test-pattern” di halaman-halaman awal file presentasi anda.
Tips-tips dalam presentasi penelitian adalah catatan Prof.Hasegawa (Chukyo Univ) disampaikan ke anggota lab. Rangkuman tsb. bersumber dari artikel di Bio Nikkei business bulan November 2001, dan dimodifikasi berdasarkan pengalaman beliau sebagai peneliti di bidang medical imaging.

Nagoya, 20 September 2004

www.asnugroho.wordpress.com/


Contoh Bahan Presentasi

Promo

PhotobucketPhotobucket Photobucket

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons