Tampilkan postingan dengan label contoh presentasi menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh presentasi menarik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

PowerPoint 2010: Mengubah Presentasi Menjadi Video

Jika pada tulisan sebelumnya (PowerPoint 2010: Mengubah ke video?) disana kami hanya memberikan info-info dan beberapa tips yang perlu diingat saat merekam presentasi anda sebagai video. Pada kesempatan ini, kami akan menunjukkan cara-cara atau  langkah-langkah dalam mengubah suatu presentasi menjadi video serta  memberikan penjelasan dari langkah-langkah tersebut. Mengubah presentasi menjadi video ini juga merupakan salah satu fitur baru yang dimiliki oleh program presentasi Ms powerpoint 2010.Langkah-langkahnya tidak terlalu rumit, berikut akan dijelaskan langkah demi langkahnya:
  1. Yang pertama tentu saja membuat presentasi Anda terlebih dahulu.  Anda dapat merekam narasi waktu pada slide show dan mengubah mouse menjadi laser pointer. Atau anda dapat membuka presentasi yang telah dibuat.
  2. Pada tab menu File , klik Save & Send. Dalam kelompok File Types, pilih dan klik Create 
  3. a Video.video1 PowerPoint 2010: Mengubah Presentasi Menjadi Video
  4. Untuk menampilkan semua pilihan kualitas video dan ukuran video, di bawah Create a Video, klik tanda panah kebawah pada Computer & HD. Saran kami, mungkin Anda belum tahu perbedaan antara pilihan-pilihan ini, jadi Anda harus menguji untuk melihat pilihan mana yang memenuhi kebutuhan Anda.
    • Untuk membuat video dengan kualitas yang sangat tinggi, dan ukuran file besar, klik Computer & HD Displays.
    • Untuk membuat video dengan ukuran file moderat dan kualitas menengah, klik Internet & DVD.
    • Untuk membuat video dengan ukuran file terkecil, dan kualitas rendah, klik Portable Devices.
  5. Klik tanda panah kebawah pada Don’t Use Recorded Timings and Narrations  dan kemudian, lakukan salah satu berikut ini:
    • Jika Anda tidak merekam dan waktu narasi suara dan gerakan laser pointer, klik Don’t Use Recorded Timings and Narration. Waktu standar yang digunakan untuk menghabiskan setiap slide diatur dalam 5 detik. Untuk mengubah itu, di sebelah kanan Seconds to spend on each slide, klik  panah keatas untuk menambah atau klik panah kebawah untuk mengurangi detik-nya.
    • Jika Anda merekam dan waktu narasi dan gerakan laser pointer, klik Use Recorded Timings and Narrations.video2 PowerPoint 2010: Mengubah Presentasi Menjadi Video
  6. Setelah itu, klik Create Video.
  7. Pada kotak nama File, masukkan/beri nama file untuk video, browsing untuk folder yang akan berisi file ini, kemudian klik Save. Anda dapat melihat/melacak kemajuan (proses) pembuatan video atau pengubahan presentasi ke video itu dengan melihat status bar di bagian bawah layar Anda. Proses pembuatan video dapat memakan waktu hingga beberapa jam tergantung pada panjang video dan kompleksitas presentasi. Untuk video yang lebih lama, Anda dapat mengaturnya sehingga dibuat semalaman dan akan siap untuk keesokan harinya.
  8. Untuk memainkan (play) video yang baru Anda buat itu, masuk ke lokasi folder dimana kamu menyimpan video itu, dan kemudian klik 2 kali pada file tersebut. Selamat mencoba.    http://id.4presentation.net/

Contoh Presentasi : Humor Dalam Presentasi

Humor dalam Presentasi – Di dalam menyajikan presentasi, ada atau tidaknya aroma humor menjadi hal yang perlu dipertimbangkan oleh presenter. Dalam menyajikan presentasi memang perlu diberikan selera humor agar dapat mendinginkan suasana saat presentasi berlangsung. Tetapi jika Anda memutuskan untuk menyisipkan nuansa humor dalam presentasi Anda, maka Anda harus mempersiapkan secara matang apa yang akan Anda angkat untuk dijadikan bahan humor, kecuali bagi Anda yang mempunyai selera humor tinggi. Tetapi perlu diingat bahwa untuk memaksimalkan isi dari presensi Anda, kadar humor yang Anda sampaikan harus diperhatikan.
Berikut kami tampilkan berbagai pendapat yang mengungkap sisi positif dan negatif dari adanya humor dalam presentasi agar dapat dipertimbangkan untuk memaksimalkan presentasi Anda.

A. Sisi Positif

1. Ada banyak orang yang berpendapat bahwa humor merupakan salah satu cara yang bagus untuk menarik perhatian penonton agar memperhatikan materi yang Anda sampaikan. Pada dasarnya semua orang suka tertawa dan bersenang-senang, maka dengan memeberikan nuansa humor dalam presentasi Anda diharapkan mampu membuat audien yang memperhatikan presentasi Anda menjadi santai dan rileks saat menerima materi yang Anda berikan.

2. Ada orang yang berpendapat bahwa humor merupakan cara yang paling efektif untuk mentransfer materi. Jadi pada saat meteri ditransferkan kepada pendengar melalui humor, maka pendengar akan cenderung lebih mudah mengingat dan berkesan terhadap pesan yang disampaikan. Begitu juga dengan memberikan presentasi dengan presentasi, maka jika Anda mnyajikannya dengan humor, bisa jadi materi yang Anda sampaikan menjadi berkesan bagi audien.

3, Jika Anda memilih untuk menyisipkan nuansa humor saat presentasi Anda, maka seperti yang sudah dibicarakan di awal bahwa dalam menyampaikan humor harap berhati-hati, jangan sampai Anda gagal dalam menyampaikan sebuah lelucon. Sebab hal itu akan berpengaruh dengan jalannya presentasi Anda kedepannya. Maka untuk mengatasinya, sisipkan saja media yang bisa menarik perhatian audien, seperti dengan menggunakan gambar lucu, atau video.

B. Sisi Negatif

Dengan mempertimbangkan “keamanan” pada saat menyajikan materi, dan meminimalisir terjadinya kegagalan untuk membuat audien tertawa, maka ada beberapa alasan mengapa sebagian presenter tidak memilih menyajikan nuansa humor dalam presentasinya.

1. Lelucon yang gagal akan menyebabkan kurangnya daya tarik audiens terhadap materi yang Anda berikan.

2. Menyisipkan nuasa humor dalam presentasi Anda, adalah tugas yang beresiko.


Kesimpulan

Menggunakan humor adalah sesuatu yang lebih pentingdalam menyajikan presentasi. Namun dalam pengunaannya harus berhati-hati dan disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Setiap presenter yang akan bertanding harus mengujinya terlebih dahulu.

Contoh Presentasi : Belajar Jadi Presenter, Itu Mudah

Sekarang ini di era serba elektronik. Media ilmu pun juga menjadi lebih mudah dengan elektronik. Yakni salah satunya dengan Powerpoint, dengan alat tersebut kita bisa menginfokan berbagai informasi. Orang yang menginfokan presentasi biasa disebut presenter. Namun yang sering menjadi masalah yaitu tidak semua orang bisa menjadi presenter yang baik. Banyak orang beranggapan bahwa menjadi presenter itu susah. Memang banyak hal yang harus diperhatikan. Namun Anda tidak perlu khawatir, berikut ini akan kami ulas tips-tips yang menjadikan Belajar Jadi Presenter, Itu Mudah.

1. Menguasai Materi

Salah satu hal yang sangat penting dilakukan adalah menguasai materi. Ada tips dimana memudahkan Anda sebelum melakukan presentasi yaitu bacalah materi Anda secara berulang-ulang kemudian sebisa munngkin buatlah ringkasan atau intisari dari materi Anda lalu praktekkan di depan cermin untuk melihat penampilan Anda saat menjadi Presenter.


2. Mengenali Audiens

Setelah berhasil menguasai materi yang hendak Anda presentasikan, mengetahui siapakah pendengar juga penting. Karena dari itu Anda bisa mengetahui sikap bagaimanakah yang sesuai dengan audiens Anda.


3. Mengetahui Alat Pendukung

Hal yang tidak kalah pentingnya dengan kedua hal diatas yaitu mengetahui properti yang disediakan untuk memperlancar presentasi kita. Cek kelengkapan peralatan sebelum Anda presentasi. Jangan sampai ada kesalahan teknis pada saat Anda presentasi.


4. Memperhatikan Penampilan

Selain itu, penampilan juga perlu diperhatikan. Audiens cenderung lebih mantab dan antusias ketika melihat presenternya berpenampilan yang menarik. Selain itu Anda juga perlu memperhatikan body language pada saat presentasi. Gerak-gerik tubuh walaupun hal sepele, tetapi juga perlu diperhatikan. Terlebih lagi jika pada saat grogi, gerak-gerik tubuh yang tidak penting sering dilakukan. Selain itu fokus tatapan mata juga penting. Pada saat presentasi, usahakan seperti mengajak berkomunikasi dengan audiens. Nampaknya hal ini tidaklah susah bagi Anda sekalian.


5. Pemilihan Kata

Pemilihan kata yang dipilih saat presentasi juga perlu diperhatikan. Itulah salah satu manfaat dari menguasai materi sebelum presentasi. Pada saat membuat dan berlatih menguasai materi, perhatikan tentang kata-kata yang akan disampaikan. Pemilihan kata juga penting dengan melihat audiens yang hadir saat Anda presentasi.

Sekiranya dengan memperhatikan semua hal yang ada di atas, merupakan modal cukup untuk menjadikan Anda seorang presenter yang baik. Tidaklah susah kan?

Rabu, 03 Oktober 2012

Mengubah Foto Secara “Massal”

Mengedit  foto seperti melakukan resize, crop, mengubah warna, ataupun  memberi  watermark  mungkin bukanlah pekerjaan yang sulit. Banyak pengguna Photoshop, baik pemula maupun professional dapat melakukannya dengan baik. Namun bagaimanakah jadinya apabila foto yang Anda edit jumlahnya puluhan, bahkan ratusan? Pastinya akan membosankan, terlebih apabila pengeditan yang anda lakukan mempunyai langkah yang sama dan identik di setiap foto.

Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image


Beruntung, Adobe menciptakan tools yang akan memudahkan anda untuk melakukan pengeditan yang identik untuk foto-foto tersebut. Tools tersebut bernama “Action”. Apa saja kegunaan dari Tools ini?




Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image


Action bisa Anda akses lewat menu Window. Tools ini berguna untuk mencatat dan menyimpan langkah-langkah/aksi yang telah Anda lakukan yang nantinya bisa Anda ulangi kembali.


Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image


Gambar diatas menunjukkan fungsi dari Action. Dalam pembahasan kali ini, saya akan memberikan contoh penggunaan fungsi stop, record, dan play. Seperti halnya pada DVD Player dan  Tape Recorder, ketiga fungsi tersebut memiliki fungsi yang serupa. Stop berfungsi untuk menghentikan proses perekaman Action, Record berfungsi merekam atau melanjutkan proses rekam, dan play untuk mengulang Action. Fungsi lainnya adalah membuat folder baru, Create New Action, dan menghapus action atau langkah.


Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image


Pertama-tama, buatlah terlebih dahulu Action yang baru lewat “Create new action”. Tools ini berada tepat di sebelah  tools bergambar tempat sampah. Anda bisa memberikan nama yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Namun sebaiknya mudah diingat, karena Action yang sama mungkin akan Anda perlukan kembali suatu saat nanti. Setelah selesai, klik tombol Record.


Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image

Sekarang, setiap langkah dan proses yang Anda lakukan akan tercatat. Action mulai melakukan tugasnya.

Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image

Disini, saya memanggil beberapa puluh gambar. Namun, pertama-tama saya melakukan pengeditan pada salah satu gambar. Saya melakukan resize dan menambahkan watermark berupa nama “Vioncee Fast & Cheap”. Setelah saya rasa cukup, maka saya memberhentikan Action dengan menekan fungsi Stop.

Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image

Nah, semua aksi yang telah saya lakukan pada foto ini telah tercatat. Sekarang adalah waktunya untuk melakukannya pada foto lain. Jangan lupa untuk memindahkan pilihan Anda pada “Ubah” yang merupakan nama dari Action. Hal ini dilakukan agar Action yang Anda lakukan dimulai dari awal.

Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image

Sekarang saatnya mengulang Action yang sudah Anda lakukan. Pada “Ubah”, tekan tools Play. Maka foto Anda akan langsung di-edit sesuai langkah-langkah sebelumnya.

Mengubah Foto Secara Massal Hanya Dengan Satu Langkah   Photoshop Tutorial Image

Alhasil sejumlah foto pun selesai Anda edit. Berkat Action, pekerjaan Anda menjadi lebih cepat dan mudah. Anda bisa melakukan banyak hal lain seperti menyimpan pengaturan Hue & Saturation, Level, dan lain sebagainya. Anda juga bisa mencoba beberapa Action yang sudah disediakan oleh Adobe.

Kamis, 03 November 2011

10 Menit Diawal Presentasi

Presentasi yang berhasil biasanya ditandai dengan ketertarikan audiens pada 10 menit pertama. Karenanya, siapapun yang ingin berhasil memberikan presentasi di 10 menit pertama harus mencermati komponen-komponen pendukung. Diantara pendukung yang paling banyak berperan biasanya adalah tampilan slide. Kalau di awal pertemuan audiens sudah tidak memiliki ketertarikan terhadap materi yang akan disampaikan, maka bisa jadi perjuangan kita untuk menyakinkan semakin berat, dan pada akhirnya kita gagal (kurang berhasil). Karenanya jangan korbankan kredibilitas anda, disebabkan kurangnya perhatian anda pada komponen visual.

“Jangan Abaikan Visual Slide karena pengaruhnya sangat besar dalam menunjang keberhasilan anda dalam menyampaikan presentasi dihadapan klien anda sekali lagi Jangan Abaikan Visual Slide“


Saatnya pilih acungan jempol, sebelum ditinggalkan audiens anda, atau lebih parah lagi di lempar kursi. Caranya sangat mudah, kirimkan bahan presentasi anda, percayakan kepada kami untuk menjadikan bahan presentasi anda lebih menarik dan mendapatkan acungan jempol dari audiens anda.

Hubungi Kami melalui email
arif_jic@yahoo.co.id atau di YM : arif_jic
HP 085880878417






Minggu, 16 Januari 2011

7 tips agar anda sukses dalam presentasi


Point 1 : Untuk meyakinkan pendengar, jangan memilih cara inkonvensional (tidak lazim), tapi sampaikan presentasi yang “berisi” agar bisa difahami oleh pendengar.

Hal yang sangat penting dalam memberikan presentasi, adalah kemampuan persuasi dari materi yang disajikan. Hindarkanlah memakai trik atau cara inkonvensional yang kurang perlu, agar tidak mengurangi reliability dari materi yang disampaikan. Jika pendengar presentasi anda terdiri dari para ekspert, presentasi yang bersifat “menyerang”, “straight”, “smash” lebih efektif. Sebalikya, jika cara presentasi anda terlalu bertele-tele, berakibat menurunnya konsentrasi ekspert pendengar yang berusaha memahami penelitian anda. Untuk meningkatkan reliability, tidak ada jalan lain kecuali meningkatkan mutu dari materi yang dipresentasikan. Untuk itu, sebelum melakukan presentasi, diperlukan kerja keras untuk memilih, merangkai materi yang akan disajikan.

Salah satu cara yang sering ditempuh, adalah memberikan penekanan pada isi yang dianggap penting. Misalnya mengatakan “Temuan yang paling penting dalam penelitian ini adalah ….”, selanjutnya diikuti dengan penjelasan bagian yang dimaksud. Cara lain misalnya dengan beberapa kali memperlihatkan data yang penting, agar pendengar memberikan perhatian lebih terhadap data tsb. Dengan cara tersebut, ide anda dapat tersampaikan secara efektif pada pendengar.

Point 2 : Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar

Dalam presentasi, sangat penting bahwa ide yang disampaikan dapat difahami secara keseluruhan oleh pendengar. Untuk itu, saat menyiapkan slide, pada bagian awal jelaskan item-item apa saja yang akan dibahas. Selanjutnya jelaskan secara detail masing-masing item tersebut. Hal yang sama dilakukan juga saat menjelaskan tiap item/sub bahasan. Pertama-tama jelaskan secara singkat hal apa saja yang akan dibahas, baru diikuti dengan penjelasan detail masing masing sub bahasan.

Misalnya anda ingin menjelaskan karakteristik metode yang anda teliti. Pertama-tama jelaskan ada berapakah karakteristik dari metode tsb. Setelah itu, diikuti dengan menjelaskan masing-masing karakteristik tersebut secara berurutan dan terstruktur.

Jika anda menjelaskan hasil eksperimen, pertama-tama jelaskan bagian terpenting dari hasil tersebut dengan kalimat yang sederhana dan mudah ditangkap. Baru kemudian siapkan slide yang menjelaskan secara detail karakteristik hasil yang diperoleh.

Dengan membuat slide terstruktur seperti ini, saat anda menyampaikan presentasi, ide keseluruhan/outline dengan sendirinya akan dijelaskan pada awal dari slide presentasi. Misalnya “Pada metode ini ada tiga karakteristik yang penting. Ketiga hal tsb. masing-masing A, B dan C. Penjelasan selengkapnya dari ketiga karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. …… “.

Point 3 : Pada akhir presentasi, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali point-point penting yang dipresentasikan

Pada slide terakhir, sangat dianjurkan untuk mengulas kembali bagian-bagian penting yang perlu “digarisbawahi”. Anda dapat mengawalinya dengan kalimat sbb. “Demikian telah kami jelaskan penelitian mengenai W. Sebelum menutup presentasi ini, kami ingin mengulang kembali beberapa hal dan temuan penting dalam penelitian ini”. Untuk menjelaskan per point, anda dapat memakai kalimat misalnya sbb. “Pada studi ini, ada tiga temuan penting, yaitu X, Y dan Z.” Diikuti dengan menjelaskan masing-masing X, Y dan Z. Pemakaian kata “tiga” pada kalimat di atas, yang menunjukkan “banyaknya point” akan sangat membantu pendengar untuk memahami dan mengingat hal-hal yang akan disampaikan.

Dalam penyampaian tsb., anda perlu memikirkan cara pengungkapan yang paling jitu, dan paling berkesan (chikara wo ireta hanashi-kata), akan tetapi tidak jangan sampai terkesan tergesa-gesa. Fikirkan dengan sebaik-baiknya point-point penting mana yang akan anda sampaikan.
- Misalnya tujuan presentasi tsb. adalah menjelaskan suatu metode, maka point
yang penting untuk diulang adalah segi : keunggulan dan originality.
- Misalnya anda ingin menyampaikan hasil yang menarik dari suatu eksperimen,
maka anda dapat mengulang angka-angka yang mendukung hasil akhir
eksperimen tsb. seperti misalnya recognition rate, error-rate.

Yang manapun yang akan anda sampaikan, anda harus membuat alur cerita yang logis, dengan menyampaikan data yang dapat meyakinkan pendengar. Data seperti ini janganlah ditampilkan secara tiba-tiba pada slide yang terakhir, melainkan harus disampaikan pada tengah alur presentasi.

Penyampaian pada slide terakhir harus bersifat hanya sebagai ulangan. Kalau pada slide terakhir tersebut anda justru menampilkan hasil eksperimen yang sama sekali baru dan belum pernah diperkenalkan pada slide sebelumnya, justru akan berakibat membingungkan pendengar dalam menangkap bagian penting presentasi anda.

Point 4 : Pemakaian demonstrasi eksperimen merupakan hal yang menarik. Siapkan beberapa alternatif yang akan didemonstrasikan pada pendengar.

Catatan : tulisan ini dibuat untuk Hasegawa Laboratory, yang salah satu penelitiannya adalah virtual reality (VR). Jadi yang dimaksud “demonstrasi” di sini adalah memperlihatkan cara kerja software yang telah dibuat tentang tema-tema VR, simulasi virtual endoscopy, dsb. Bisa juga demonstrasi dalam bentuk peragaan alat yang telah dibuat dsb.

Anda dianjurkan agar dalam presentasi (di tengah atau akhir) dapat menyajikan demonstrasi software atau menunjukkan cara kerja alat yang telah dibuat. Demonstrasi yang memakai animasi, moving picture, akan memberikan sentuhan tersendiri yang efektif bagi peningkatan kualitas presentasi. Hal ini akan membuat pendengar lebih yakin atas hasil eksperimen yang telah anda jelaskan.

Jika tujuan presentasi adalah untuk memberikan impresi pada metode, pada bagian demonstrasi, tunjukkan contoh hasil yang memberikan impact kuat atas hasil eksperimen. Jangan lupa, sebelumnya anda perlu jelaskan secara lisan kepada pendengar, bahwa anda akan memperlihatkan sebuah demonstrasi. Hal ini penting karena akan membuat perhatian pendengar terfokus pada demo yang akan anda perlihatkan.

Biasanya cukup 1 jenis demonstrasi saja yang diperlihatkan. Akan tetapi, untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan, sebaiknya disiapkan beberapa jenis demonstrasi yang memiliki karakteristik berlainan, sekitar 2 sampai 4. Dengan demikian anda memiliki kesempatan memilih jenis demonstrasi mana yang akan anda sampaikan dengan memperhatikan reaksi pendengar, dan juga ada cadangan sekiranya salah satu dari demonstrasi tersebut gagal. Jika anda masih punya cukup waktu, tentu saja anda dapat memperlihatkan semua demonstrasi yang telah disiapkan.

Agar anda tidak lupa timing untuk memperlihatkan demonstrasi tersebut, bisa juga disiapkan 1 slide dengan tulisan sederhana “video”, sekedar untuk mengingatkan anda bahwa saat tsb. waktunya untuk menampilkan video (atau demonstrasi software) kepada pendengar.

Point 5: Perhatikan pengaturan waktu/scheduling dalam menyampaikan presentasi. Jika presentasi terasa berjalan lambat, anda perlu untuk meringkas materi yang disajikan.

Biasanya waktu untuk presentasi dibatasi, sehingga untuk menyampaikan materi penelitian, anda perlu memperhatikan pembagian waktu untuk tiap slide. Terutama sekali presentasi di seminar, conference maupun interview pekerjaan, bila presentasi anda melewati batas waktu yang ditetapkan akan berakibat kurang baik pada penilaian.

Jadi, rancanglah pembagian waktu untuk tiap hal yang akan disampaikan. Jika presentasi ternyata berjalan terlambat dari semestinya, ringkaslah bagian-bagian yang dapat diringkas, sehingga presentasi dapat berakhir sesuai pada waktu yang direncanakan. Untuk hal ini, saat anda membuat persiapan presentasi, urutkan prioritas hal yang tertulis pada slide, sedemikian hingga bagian atas pada suatu slide berisi hal yagn paling penting, semakin ke bawah prioritasnya lebih rendah daripada yang di atas. Hal ini akan membantu anda saat harus melewati bagian-bagian yang tidak penting, yaitu yang berada di bagian bawah, agar presentasi selesai tepat waktu.

Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah anda harus memperhitungkan terlebih dahulu, waktu untuk memperlihatkan demonstrasi dan waktu untuk tanya jawab.

t = total waktu yang diberikan pada anda
- waktu untuk tanya jawab
- waktu untuk demonstrasi

Hasil pengurangan tsb. adalah t, yaitu sisa waktu yang anda pergunakan untuk menyiapkan slide presentasi. Dari slide presentasi tsb. anda bagi ke dalam beberapa blok, dan alokasikan waktu t tersebut ke dalam tiap blok. Jika anda tidak dapat memperkirakan jatah waktu tiap blok, maka cobalah untuk presentasi sambil mengukur waktu untuk tiap blok. Dengan demikian anda akan dapat memperkirakan, berapa waktu yang diperlukan untuk masing-masing blok, dan seterusnya aturlah sebagaimana dijelaskan di atas.

Selanjutnya, jika hal di atas terjadi dan anda harus men-skip slide, sampaikan pada audience, misalnya “Karena keterbatasan waktu, rencana presentasi ini
sedikit saya ubah….”. (少し予定を変更して…). Hal ini memberikan kesan yang jauh lebih baik daripada anda diam saja saat melewati topik-topik tertentu dalam pembicaraan.

Point 6: Perlunya berlatih presentasi di depan teman/kolega

Jika seseorang belum terbiasa melakukan presentasi, dan tiba-tiba diharuskan memberikan presentasi pada seminar atau forum resmi, seringkali ybs. gagal dikarenakan kata-kata macet di tengah-tengah, atau penjelasan yang diberikan ternyata salah. Jika penampilan anda seperti ini, bagaimana pun bagusnya materi yang akan disajikan, kegagalan tsb. akan membuat pihak pendengar presentasi anda menjadi kurang percaya dan sulit untuk menerima argumen anda.

Untuk menghindari kegagalan ini, tidak ada jalan lain kecuali berlatih presentasi berulang kali. Ajaklah teman anda di lab. sebagai sparring partner. Mintalah agar dia bersedia menjadi pendengar, dan berlatihlah seolah-olah anda berada pada situasi formal yang sebenarnya. Sebaiknya teman yang dipilih adalah orang yang terbiasa melakukan presentasi. Dengan demikian, dia cukup berpengalaman untuk dapat melihat sisi-sisi lemah yang perlu dikoreksi, maupun memberikan masukan bagi presentasi anda.

Lakukan latihan ini berulang-ulang sampai teman anda tidak dapat menemukan kelemahannya. Jika anda belum terbiasa melakukan presentasi, sekurang-kurangnya anda harus berlatih tiga kali. Perbaikilah slide anda jika ada kritikan terhadap urutan slide maupun kekuranglengkapan lay out presentasi. Usahakan agar anda dapat merekam latihan presentasi tsb., agar anda dapat meneliti kembali hal-hal mana yang perlu dikoreksi. Karena latihan seperti ini karena makan waktu beberapa hari, maka sebaiknya anda mulai berlatih sejak 3 minggu sebelum hari-H.

Salah satu manfaat berlatih presentasi di depan orang ini adalah meningkatkan rasa keberanian dan percaya diri anda. Tidak ada obat untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri selain membiasakan diri berbicara dan berpendapat di depan umum.

Point 7 : Cek lah projector sebelum melakukan presentasi

Tidak ada artinya jerih payah anda menyiapkan slide atau demo software, jika anda tidak dapat mempresentasikannya pada hari H. Jangan sampai presentasi anda gagal hanya gara-gara alat tidak dapat bekerja dengan baik. Untuk menghindari kegagalan semacam ini, sebelum presentasi, periksalah apakah alat-alat tersebut dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.

Jika untuk presentasi tersebut, anda harus meminjam projector, periksalah spesifikasi dan cara instalasinya. Selanjutnya, datanglah lebih awal daripada jadwal presentasi, dan periksalah sekali lagi apakah alat tersebut bekerja dengan benar. Ini untuk mengantisipasi, bila terdapat kerusakan, anda masih memiliki waktu untuk memperbaiki atau mencari alternatif solusi yang lain.

Saat anda men-set tampilan proyektor, sebaiknya jangan memakai slide-slide yang akan dipresentasikan. Disarankan untuk menyiapkan beberapa slide yang berfungsi sebagai “test-pattern” di halaman-halaman awal file presentasi anda.
Tips-tips dalam presentasi penelitian adalah catatan Prof.Hasegawa (Chukyo Univ) disampaikan ke anggota lab. Rangkuman tsb. bersumber dari artikel di Bio Nikkei business bulan November 2001, dan dimodifikasi berdasarkan pengalaman beliau sebagai peneliti di bidang medical imaging.

Contoh Bahan Presentasi

Promo

PhotobucketPhotobucket Photobucket

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons